Kunjungan Industri ke Bandung

kunindus1Dunia teknologi berkembang dengan cepat, sehingga siswa belum cukup wawasan untuk menanggapi percepatan teknologi tersebut. Setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk memberikan wawasan teknologi kepada siswa-siswi peserta didik, salah satunya dengan program campus visit atau kunjungan industri. 

Industri dalam negeri merupakan tonggak ekonomi utama perekonomian Indonesia. Hal ini menjadi wawasan yang paling utama bagi siswa SMK karena mereka dipersiapkan untuk masuk ke dunia indutri setelah lulus. Untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia industri kepada siswa, SMK Budhi Warman II mengadakan kunjungan industri ke Bandung. Dengan mengunjungi beberapa tempat penting yang tak jauh dari latar belakang jurusan mereka.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) TA. 2018 / 2019

bw2Sudah menjadi salah satu agenda rutin sebelum proses belajar mengajar dimulai adalah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang lebih dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD).

Jika sebelumnya MOS didentikkan dengan kegiatan senioritas, pembulian atau pemberian tugas-tugas yang kurang bermanfaat, maka MPLS sekarang ini hadir dengan bentuk yang berbeda.

Kegiatan MPLS ini diselenggarankan oleh guru bersama dengan siswa, menggunakan seragam dan atribut yang resmi diizinkan oleh sekolah, dilakasanakan selama 3 hari di lingkungan sekolah, dan berisi kegiatan edukatif yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, mendekatkan siswa baru dengan semua guru dan siswa.

LULUSAN SMK BISA KERJA DAN BISA KULIAH

togaPendidikan  merupakan cara untuk mencerdaskan kehidupan  bangsa, sehingga bangsa menjadi lebih maju dan disegani oleh negara-negara lain di tingkat internasional.Sekolah merupakan jawaban dan sebagai sarana serta wadah bagi semua unsur pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Namun selalu ada hambatan dan rintangan untuk mewujudkan hal tersebut, kendala yang dimaksudkan salah satunya adalah tingkat kemiskinan yang masih tinggi sehingga menyebabkan banyak siswa yang seharusnya masih berada pada usia sekolah menjadi putus sekolah. Biaya yang mahal bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya khususnya perguruan tinggi menyebabkan sedikit sekali remaja yang bisa menikmati sekolah di perguruan tinggi.