Teladani Kehidupan Rasulullah, SMK Budhi Warman 2 Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

MN1cthMN2cthMN3cth


Kepala Sekolah SMK Budhi Warman 2 Bapak H.Munjaeni,S.Ag berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  (23/01/2019) menjadi momentum untuk meniru keteladanan Beliau khususnya disini di lingkungan SMK Budhi Warman 2 pemimpin dan kepribadiannya terutama memiliki perilaku akhlakul karimah. “Mudah-mudahan dengan kita memperingati Maulid Nabi menambah kepribadian kita untuk mencontoh khususnya bagi yang beragam  islam bagaimana sifat-sifat keteladanan beliau baik itu sifat siddiq, amanah, fathonah, tabligh maupun sifat-sifat baik lainnya. Mudah-mudahan dengan peringatan hari ini kita bisa meniru dan memperaktekkan dalam kehidupan kita sehari-hari baik di sekolah maupun kehidupan nyata keluarga kita sehari-hari.”, ujar Bapak H.Munjaeni saat memberikan arahan di lapangan SMK rabu siang.

Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qurán dan hadroh ini dihadiri oleh seluruh Guru Staf dan murid SMK Budhi Warman 2 tanpa terkecuali.

Diakhir acara dihadirkanUstadz Syahrul Syah yang memberikan ceramah tentang makna dari peringatan Hari Lahir Nabi Muhammad SAW ini.

Ustadz Syahrul Syah manyampaikan bahwa inti dari perayaan atau peringatan Rasulullah adalah kembali mengingat, meneladani, dan mempelajari sejarah hidup beliau yang tak lain adalah manusia yang diutus oleh ALLAH SWT ke muka bumi ini sebagai suri tauladan.

MN5cthMN6cth

“Siapapun yang menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan maka sungguh cukup ia akan mendapatkan apapun yang diinginkan olehnya. Seorang pemimpin jikalau ia membutuhkan teladan maka Nabi Muhammad SAW adalah sebaik-baiknya teladan”, jelas Ustadz

Ditambahkan bahwa peringatan Maulid Nabi SAW sebetulnya memberikan informasi penting jika pemimpin kita yang satu ini bukan manusia biasa.

“Pemimpin kita yang satu ini bukanlah manusia biasa pada umumnya. Beliau adalah manusia yang sangat istimewa. Salah satu keistimewaan beliau adalah hari lahirnya yang diperingati oleh jutaan manusia di seluruh dunia”. “Dengan adanya peringatan Maulid Nabi kali ini diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan meneladani jiwa kepemimpinan yang dimilikinya”, tutupnya Ustadz.

BUGAR SEBELUM BELAJAR

Bugar1MENSANA in corpore sano, kalimat berbahasa latin yang berarti di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat. Maksudnya, jika tubuh sehat, jiwa juga sehat. Begitu juga sebaliknya.

Sebagai salah satu upaya menyehatkan badan, SMK Budhi Warman 2 Jakarta, rutin mengadakan senam kebugaran jasmani yang menyehatkan.

Sebelum pelajaran dimulai, semua siswa berbaris di halaman sekolah mengikuti senam kesegaran jasmani atau senam SKJ dipandu guru piket,Pembina OSIS dan di bantu anak-anak OSIS.

Seperti Jumat (25/01/2019) pagi itu, Dede Fitri M.Pd, Waka Kesiswaan mengatakan, kegiatan rutin sekolah ini selain melatih otot dan gerakan motorik, juga efektif membantu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dengan gerakan yang beraturan dan terlatih, diharapkan siswa dapat lebih terampil dan kreatif melakukan aktivitas belajar sehari-hari.

Gerakan senam pagi juga dapat melancarkan peredaran darah sehingga siswa akan lebih segar. Tidak ada lagi siswa yang bermalas-malasan karena ngantuk ketika berada di dalam kelas.

Bugar2Guru BK, Tri Ardi Permana S.Pd menambahkan, ”sinar matahari pagi sangat bagus untuk kesehatan, terutama kandungan vitamin D nya. Jika siswa sehat fisik akan meningkatkan konsentrasi sehingga memudahkannya menangkap pelajaran yang diberikan guru."

Saat ini hampir sebagian besar waktu anak di rumah dihabiskan untuk menonton televisi, bermain game atau gawai sehingga tak ada lagi waktu melakukan kegiatan fisik berupa olahraga dan senam. Sekolah menganggap perlu memberikan waktu khusus untuk mengubah kebiasaan siswa menjadi lebih baik.

Kegiatan olahraga sebenarnya telah ada jamnya sendiri dalam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan namun karena jamnya terbatas, senam rutin tetap dilaksanakan di SMK Budhi Warman 2 Jakarta

Bapak H.Munjaeni mengatakan, senam pagi melatih disiplin siswa agar tidak menunda-nunda bangun dan berangkat ke sekolah. Selain itu, guru piket pun hadir lebih pagi untuk memberi teladan sekaligus bertugas mengoperasikan musik senam.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS ) TA. 2018 / 2019

bw2Sudah menjadi salah satu agenda rutin sebelum proses belajar mengajar dimulai adalah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang lebih dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) atau Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD).

Jika sebelumnya MOS didentikkan dengan kegiatan senioritas, pembulian atau pemberian tugas-tugas yang kurang bermanfaat, maka MPLS sekarang ini hadir dengan bentuk yang berbeda.

Kegiatan MPLS ini diselenggarankan oleh guru bersama dengan siswa, menggunakan seragam dan atribut yang resmi diizinkan oleh sekolah, dilakasanakan selama 3 hari di lingkungan sekolah, dan berisi kegiatan edukatif yang bertujuan untuk mengenalkan lingkungan sekolah, mendekatkan siswa baru dengan semua guru dan siswa.

Kunjungan Industri ke Bandung

kunindus1Dunia teknologi berkembang dengan cepat, sehingga siswa belum cukup wawasan untuk menanggapi percepatan teknologi tersebut. Setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk memberikan wawasan teknologi kepada siswa-siswi peserta didik, salah satunya dengan program campus visit atau kunjungan industri. 

Industri dalam negeri merupakan tonggak ekonomi utama perekonomian Indonesia. Hal ini menjadi wawasan yang paling utama bagi siswa SMK karena mereka dipersiapkan untuk masuk ke dunia indutri setelah lulus. Untuk memberikan gambaran nyata tentang dunia industri kepada siswa, SMK Budhi Warman II mengadakan kunjungan industri ke Bandung. Dengan mengunjungi beberapa tempat penting yang tak jauh dari latar belakang jurusan mereka.

LULUSAN SMK BISA KERJA DAN BISA KULIAH

togaPendidikan  merupakan cara untuk mencerdaskan kehidupan  bangsa, sehingga bangsa menjadi lebih maju dan disegani oleh negara-negara lain di tingkat internasional.Sekolah merupakan jawaban dan sebagai sarana serta wadah bagi semua unsur pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Namun selalu ada hambatan dan rintangan untuk mewujudkan hal tersebut, kendala yang dimaksudkan salah satunya adalah tingkat kemiskinan yang masih tinggi sehingga menyebabkan banyak siswa yang seharusnya masih berada pada usia sekolah menjadi putus sekolah. Biaya yang mahal bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya khususnya perguruan tinggi menyebabkan sedikit sekali remaja yang bisa menikmati sekolah di perguruan tinggi.